Media Perkuat Kolaborasi Industri Kreatif dan UMKM Nasional

Pembicara dalam panel diskusi Indonesia Digital Media Conference 2026 yang membahas kolaborasi media, UMKM, dan industri krea

Surabaya – Sinergi antara media, pemerintah, dan pelaku usaha dinilai menjadi katalisator utama untuk mendongkrak daya saing industri kreatif serta UMKM di tengah pesatnya era konten digital. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi sorotan dalam Panel 3 Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 yang digelar di Shangri-La Hotel, Surabaya, Rabu (28/10/2026).

Staf Ahli Bidang Riset Pendidikan dan Hubungan Kelembagaan Kementerian Ekonomi Kreatif, Dian Permanasari, menegaskan bahwa media berperan vital dalam ekosistem ekonomi kreatif, terutama melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan produk bernilai tinggi.

Baca Juga

“Kementerian saat ini sedang memetakan 21 subsektor ekonomi kreatif. Kami berharap media terlibat aktif, mulai dari peningkatan kapasitas SDM hingga edukasi aspek hukum bagi pelaku industri,” ujar Dian.

Editor-in-Chief Good News From Indonesia (GNFI), Akhyari Hananto, sepakat bahwa media memiliki peran strategis untuk menjadi jembatan bagi UMKM. Menurutnya, kekuatan kurasi redaksional dan jangkauan audiens media dapat dimanfaatkan untuk mengangkat narasi humanis dari perjalanan UMKM.

“Media punya jangkauan audiens, kekuatan bercerita, dan kepercayaan publik. Itu bisa menjadi modal untuk membantu UMKM memperkenalkan produknya kepada masyarakat,” kata Akhyari.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala UPT Pengembangan Mutu Produk Industri-Teknologi Kreatif Surabaya, Fitri Arishanty Hamsy, menyoroti pentingnya pendampingan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu naik kelas. Di Jawa Timur sendiri, terdapat lebih dari 870 ribu unit usaha industri yang membutuhkan penguatan legalitas dan pemasaran digital.

“Penguatan IKM tidak hanya melalui peningkatan kualitas produk, tetapi juga legalitas, perlindungan merek, desain kemasan, dan pemanfaatan pemasaran digital,” jelas Fitri.

Sementara itu, pelaku usaha menyambut positif keterlibatan media dalam mempromosikan produk lokal. Founder dan Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin, mengungkapkan bahwa dukungan publikasi menjadi krusial bagi UMKM yang memiliki keterbatasan anggaran promosi.

“Bagi UMKM yang memiliki keterbatasan anggaran promosi, dukungan media sangat penting agar produk lebih dikenal dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Yayuk.

IDMC 2026 yang berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 ini membawa misi besar untuk memperkuat peran media di era AI. Gelaran ini didukung oleh berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga sejumlah perusahaan besar di Indonesia.

Rekomendasi