Padang – Menjelang Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat meminta penumpang menghindari pemakaian perhiasan mencolok saat bepergian sebagai langkah pencegahan guna menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan meskipun stasiun dan rangkaian kereta telah dilengkapi sistem pengamanan dan diawasi petugas, kewaspadaan pribadi tetap diperlukan terutama dalam menjaga barang berharga. “Kami mengingatkan kepada para penumpang agar tidak mengenakan perhiasan yang terlalu mencolok ataupun membawa barang berharga secara berlebihan selama perjalanan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi potensi tindak kejahatan serta mendukung terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujar Reza.
Selain itu, KAI juga mengimbau penumpang lebih teliti memeriksa barang bawaan sebelum turun dari kereta. Penumpang diminta memastikan seluruh barang pribadi telah dibawa dan tidak tertinggal di kursi maupun area bagasi untuk mengurangi kasus kehilangan.
Apabila mengalami kehilangan, penumpang dapat segera melapor melalui layanan lost and found, kepada kondektur, petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), atau melalui Contact Center KAI 121 agar penanganan dapat segera dilakukan.
Reza meminta pelanggan meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi di sekitar dan segera melaporkan kepada petugas jika melihat hal mencurigakan baik di stasiun maupun di dalam kereta. “KAI senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta keamanan bagi seluruh pelanggan. Oleh karena itu, kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat untuk mematuhi imbauan ini agar perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman dan berkesan,” tambahnya.
“Kami berharap masa libur panjang ini dapat berjalan dengan lancar, serta seluruh pelanggan dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan membawa kembali seluruh barang bawaannya dengan lengkap,” tutup Reza.







