Padang – PT Semen Padang menggelar sharing session di Wisma Indarung, Senin (6/7/2026), untuk membahas kepemimpinan strategis dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan industri semen nasional. Forum bertema “Leading Transformation: Membangun Daya Saing dan Keberlanjutan Industri Semen Nasional” itu menghadirkan Prof. (H.C.) Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M. sebagai narasumber dengan materi “Strategic Leadership: Leadership for Sustainable Competitive Advantage”.
Dalam pemaparannya, Dwi menekankan bahwa kepemimpinan strategis menjadi faktor penentu keberhasilan organisasi pada abad ke-21. Menurut dia, perusahaan tidak lagi bisa hanya mengandalkan manajemen tradisional karena harus menghadapi perubahan besar, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, otomatisasi, hingga volatilitas ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.
“Dalam kondisi persaingan yang semakin dinamis, perusahaan dituntut memiliki kemampuan melakukan transformasi dan membangun keunggulan kompetitif secara berkelanjutan,” kata Dwi.
Ia menjelaskan, keberhasilan perusahaan saat ini tidak hanya diukur dari efektivitas operasional. Lebih dari itu, perusahaan perlu membangun organisasi yang sehat, adaptif, memiliki visi jangka panjang, serta mampu menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dwi juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara orientasi jangka pendek dan jangka panjang melalui kerangka Co-Alignment Framework. Ia menilai pemimpin strategis harus mampu mengelola berbagai tuntutan sekaligus, mulai dari investasi, inovasi, efisiensi operasional, eksplorasi peluang baru, hingga menjaga keseimbangan antara fleksibilitas organisasi dan sistem pengendalian yang efektif.
Selain itu, ia memaparkan empat pendekatan kepemimpinan organisasi, yakni Clans, Stars, Teams, dan Leadership Networks, yang masing-masing memiliki karakter sesuai kebutuhan organisasi.
“Di tengah kompleksitas dunia usaha, pemimpin juga harus mampu mengatasi berbagai hambatan dalam pengambilan keputusan strategis, seperti keterbatasan informasi, dinamika politik internal perusahaan, serta kepentingan antarkelompok dalam organisasi,” ujarnya.
Dwi menambahkan, kepemimpinan yang efektif juga harus mampu menghadirkan visi yang kuat, membangun kepercayaan, menginspirasi perubahan, dan menumbuhkan budaya organisasi yang adaptif.
“Dengan demikian, perusahaan memiliki kemampuan untuk terus bertransformasi sekaligus mempertahankan daya saing di tengah perubahan lingkungan bisnis yang berlangsung sangat cepat,” pungkasnya.
Melalui forum itu, PT Semen Padang berharap insan perusahaan memperoleh perspektif baru untuk memperkuat kepemimpinan strategis, mempercepat transformasi perusahaan, dan meningkatkan daya saing bisnis.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya belajar, memperkuat tata kelola, serta mendukung keberlanjutan industri semen nasional.
Sharing session itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pengambilalihan PT Semen Padang. Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis sekaligus menegaskan kesiapan perusahaan menghadapi persaingan industri semen yang semakin ketat.
Dwi Soetjipto dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam memimpin transformasi sejumlah perusahaan strategis nasional. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Padang, Direktur Utama PT Semen Gresik, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), hingga Ketua SKK Migas.
Sejumlah pimpinan perusahaan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andria Delfa, serta staf pimpinan perusahaan.
Pri Gustari Akbar menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya forum itu yang bertepatan dengan momen bersejarah perusahaan. Menurut dia, kehadiran Dwi Soetjipto menjadi kesempatan berharga bagi seluruh insan perusahaan untuk menambah wawasan tentang kepemimpinan strategis dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.
Dalam kesempatan itu, Pri juga memaparkan kondisi terkini PT Semen Padang, termasuk kapasitas produksi semen dan klinker per tahun. Ia menyebut kapasitas tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pasokan semen nasional sekaligus menguatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Pri turut menjelaskan rata-rata penjualan domestik PT Semen Padang pada Semester I 2026. Pemasaran perusahaan mencakup Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau Daratan, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, hingga Lampung. Dari wilayah itu, Sumatera Barat, Riau Daratan, dan Sumatera Utara masih menjadi kontributor terbesar penjualan domestik.
Selain melayani pasar reguler, PT Semen Padang juga memperkuat sinergi di lingkungan SIG Group melalui skema Inter Company Sales (ICS). Langkah ini menjadi bagian dari strategi optimalisasi kapasitas produksi sekaligus memperkuat kolaborasi antaranak usaha di dalam grup.
Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan saat ini didukung 1.240 karyawan organik di berbagai jenjang jabatan serta tenaga alih daya yang menopang operasional.
“Pengembangan kompetensi SDM terus menjadi prioritas sebagai modal utama dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis perusahaan,” ujar Pri.
Sementara itu, Indrieffouny Indra mengapresiasi kehadiran Prof. Dwi Soetjipto yang berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada keluarga besar PT Semen Padang. Ia menilai pengalaman panjang Dwi dalam memimpin transformasi perusahaan nasional menjadi bekal berharga yang bisa menjadi inspirasi bagi jajaran manajemen dalam menghadapi tantangan industri saat ini.
“Terima kasih atas kesediaan Pak Dwi untuk berbagi di PT Semen Padang. Saya berharap bisa juga berbagi di anak-anak usaha SIG lainnya,” kata Indrieffouny Indra.







