Aceh – Warga korban banjir di Aceh Tamiang mendesak pemerintah segera memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana.
Seorang warga di pasar Kuala Simpang menyampaikan, “Terima kasih listrik sudah nyala, jaringan juga sudah pulih sepertinya, sekarang jalan dan jembatan, jalan kampung dan pasar-pasar kami yang perlu diperbaiki.”
Al, salah satu warga lainnya, menambahkan, “Kami juga butuh banyak, rumah saja belum terurus.”
Meski lumpur masih menumpuk di beberapa titik, aktivitas pasar mulai menggeliat kembali.
Seorang ibu muda terlihat menjual air tebu dengan ampas yang sudah setinggi tegak, menandakan usaha warga mulai bangkit.
Warga yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke rumah dan berbelanja kebutuhan sehari-hari, meski kondisi kota kecil mereka masih memprihatinkan.
Kepala BP BUMN menyoroti kebutuhan jangka panjang, terutama penyediaan hunian sementara (huntara). Bupati setempat meminta agar huntara dibangun di lokasi tanah milik BUMN, yang juga telah ditinjau oleh rombongan BP BUMN.
Di tengah padatnya lalu lintas warga, alat berat terus bekerja membersihkan lumpur.
Para pekerja menyatakan perlunya tambahan alat berat, mobil pemadam kebakaran untuk menyemprot lumpur, serta mesin pengering untuk peralatan rumah tangga agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.







