Padang – Tim gabungan terus menyisir Hutan Biologis Universitas Andalas (Unand), Kota Padang, untuk mencari Afriyanto (42), warga Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, yang masih belum ditemukan sejak dilaporkan hilang pada Minggu (26/7/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, mengatakan laporan pencarian diterima sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah menerima laporan itu, Tim Rescue Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kota Padang langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pencarian bersama keluarga serta unsur terkait.
Afriyanto terakhir diketahui menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Unand pada Selasa (21/7/2026). Saat pemeriksaan berlangsung, pria yang diduga mengalami stres itu berupaya meninggalkan rumah sakit. Keluarga bersama petugas keamanan kampus sempat mengejar, namun Afriyanto berhasil pergi.
Pada hari kejadian, Afriyanto terakhir terlihat sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan atas Politeknik Negeri Padang. Setelah itu, ia diduga masuk ke Hutan Biologis Unand. Sejak saat itu, korban belum kembali ke rumah dan tak bisa dihubungi.
Afriyanto memiliki ciri-ciri berbadan gemuk, berkulit kuning langsat, mengenakan celana panjang hitam, dan saat terakhir terlihat tidak memakai baju.
Dalam operasi pencarian, BPBD Kota Padang membagi personel ke dalam dua tim. Tim 1 beranggotakan 15 orang, sementara Tim 2 terdiri dari 13 orang. Pencarian difokuskan pada lokasi awal korban diduga melarikan diri hingga area hutan di atas Politeknik Negeri Padang.
Sejumlah unsur juga terlibat dalam pencarian ini, di antaranya BPBD Kota Padang, pihak kecamatan, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang dan KSB Pauh, I-DERU, serta masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, Afriyanto belum ditemukan. Tim gabungan masih melanjutkan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur yang dilalui korban.
BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Afriyanto agar segera melapor ke Call Center Padang Sigap 112 atau menghubungi BPBD Kota Padang di nomor (0751) 778775 maupun WhatsApp 085891522181. Informasi dari masyarakat diharapkan bisa mempercepat proses pencarian.







