Pramono Anung Tegaskan Pentingnya Patuhi Aturan Batas Waktu Lomba

Pramono Anung saat melepas peserta Jakarta Running Festival 2026 yang menekankan pentingnya kepatuhan aturan cut-off time.

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan cut-off time dalam Jakarta Running Festival (JRF) 2026 merupakan standar mutlak yang wajib dipenuhi seluruh peserta. Pernyataan ini muncul menyusul insiden viral seorang pelari half marathon yang menerobos aturan tersebut pada Sabtu (24/10).

Pramono menegaskan bahwa regulasi tersebut bukan kebijakan sepihak panitia lokal, melainkan konsekuensi dari status Gold Label dunia yang disandang ajang JRF 2026. Menurutnya, standar internasional mewajibkan kedisiplinan ketat demi menjaga kredibilitas penyelenggaraan.

Baca Juga

“Karena sudah masuk dalam Gold Label, aturannya ketat. Itu bukan aturan yang dibuat oleh panitia, tetapi memang ketentuan dari standar Gold Label,” ujar Pramono saat melepas peserta Jakarta Marathon 2026, Minggu (25/10).

Pramono pun mencontohkan kedisiplinan tersebut melalui pengalamannya sendiri saat mengikuti kategori 10K. Ia mengaku harus berupaya ekstra agar tidak melampaui batas waktu yang ditentukan panitia.

“Saya saja dikasih tahu bahwa limitnya dua jam. Jadi, karena saya tidak mau terkena cut-off time, ya saya mengejar. Luar biasa rasanya,” ungkapnya.

Dalam ajang tersebut, Pramono berhasil menyelesaikan lari kategori 10K dengan catatan waktu satu jam 49 menit. Meski capaian itu di bawah rekor pribadinya yang mencapai satu jam 32 menit, ia tetap menekankan pentingnya menghormati regulasi lomba.

Menanggapi spekulasi mengenai sanksi bagi peserta yang melanggar aturan, Pramono memastikan bahwa pihaknya tidak akan menerapkan kebijakan daftar hitam atau blacklist. “Enggak, enggak, enggak,” tegasnya singkat.

Rekomendasi