Padang – Pesawat militer Amerika Serikat jenis Lockheed C-130T Hercules yang sempat tertahan selama sepekan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat, akhirnya dinyatakan siap melanjutkan penerbangan menuju Diego Garcia. Pesawat yang membawa 15 personel militer itu sebelumnya harus mendarat darurat setelah kru mendeteksi kerusakan pada mesin nomor 3 saat terbang dari Singapura.
General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, mengatakan penanganan pesawat dilakukan sesuai prosedur keselamatan penerbangan internasional. Selain memperbaiki gangguan teknis, pihak bandara juga bergerak cepat berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan legalitas dan keamanan pesawat asing tersebut.
“Kami langsung berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Luar Negeri di pusat untuk proses security clearance,” ujar Dony dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (2/6/2026).
Ia menambahkan, pemeriksaan keamanan juga dilakukan untuk memastikan pendaratan benar-benar dipicu kendala teknis. “Pemeriksaan keamanan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pendaratan murni karena kendala teknis dan tidak ada indikasi pelanggaran wilayah atau rencana lain dari para awak pesawat,” kata Dony.
Perbaikan pesawat memakan waktu sekitar satu minggu karena tim mekanik harus mendatangkan suku cadang khusus dari luar negeri. Setelah komponen pengganti tiba dan dipasang pada akhir pekan lalu, pesawat itu langsung menjalani uji kelayakan terbang.
Pada Senin, 1 Juni 2026, pesawat tersebut berhasil terbang selama sekitar satu jam di atas perairan barat Kota Padang. Hasil uji terbang memastikan seluruh sistem kembali normal dan aman digunakan.
Dony menegaskan, keberadaan pesawat militer asing selama beberapa hari terakhir tidak mengganggu aktivitas penerbangan komersial di BIM. “Insiden ini tidak mengganggu operasional penerbangan komersial di Bandara Internasional Minangkabau selama masa penanganan berlangsung,” ujarnya.
Saat ini, pesawat dan 15 awaknya bersiap melanjutkan misi penerbangan yang sempat tertunda ke Diego Garcia.







