Padang – Untuk memperkuat kesiapan mental dan spiritual menghadapi tugas yang kian kompleks, ratusan personel Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggelar doa bersama di halaman Mapolda Sumbar pada Selasa (24/2/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta dan dihadiri tokoh agama Ustadz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A.
Kapolda Gatot menyatakan doa bersama bukan sekadar ritual rutin, melainkan bentuk permohonan ridho Allah SWT agar personel dimudahkan dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Sumatera Barat. “Kegiatan ini kita niatkan untuk memohon kemudahan dari Allah SWT. Kita berharap setiap langkah Polri dalam menjaga Harkamtibmas di Sumatera Barat senantiasa dalam perlindungan-Nya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tugas anggota Polri bukan sekadar pekerjaan melainkan amanah besar yang memerlukan integritas dan kejernihan hati. Kapolda berharap kehadiran ulama menjadi penyejuk sekaligus pengingat agar personel tidak kehilangan arah dalam penegakan hukum, serta menyampaikan apresiasi kepada Ustadz Adi Hidayat dan para syekh yang hadir. “Atas nama pribadi dan keluarga besar Polda Sumatera Barat, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kehadiran Ustadz dan para syekh menjadi penyejuk hati sekaligus penguat semangat bagi kami sebagai abdi negara,” kata Gatot.
Ustadz Adi Hidayat memberi tausiyah yang menekankan kehormatan dan tanggung jawab profesi kepolisian. “Menjadi Polri adalah pekerjaan yang mulia. Anda adalah orang-orang terpilih yang mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ucapnya, seraya mengingatkan bahwa kepercayaan negara dan masyarakat harus dibayar dengan dedikasi, kerja keras, dan keikhlasan.
Doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan seluruh personel, kelancaran pelaksanaan tugas, dan keberkahan bagi institusi Polda Sumbar dalam mengayomi masyarakat. Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari pembinaan mental dan spiritual agar anggota tidak hanya profesional tetapi juga berintegritas dan peka terhadap kebutuhan sosial. “Penguatan rohani sangat penting agar setiap anggota Polri tidak hanya profesional dalam bertugas, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan kepekaan sosial dalam melayani masyarakat,” katanya.
Kegiatan doa bersama itu dianggap sebagai momentum penguatan spiritual bagi seluruh jajaran Polda Sumbar sekaligus pengingat bahwa menjaga keamanan mencakup tanggung jawab moral serta kewenangan profesional.







