Salwa Ratri Tuangkan Refleksi Hidup dalam Lima Puisi

puisi-puisi-salwa-ratri-wahyuni
Puisi-puisi Salwa Ratri Wahyuni

Padang – Lima puisi terbaru karya Salwa Ratri Wahyuni, mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Andalas, hadirkan refleksi mendalam tentang kehidupan. Karya yang ditulis sejak 17 September 2024 hingga 30 November 2024 tersebut, mengeksplorasi tema universal seperti ketertundaan, kejujuran, kegagalan, kehilangan, dan rasa sakit.

Dalam puisinya yang berjudul “Hujan dan Macam-Macam Ketertundaan,” Salwa melukiskan suasana bulan September yang dingin dan berkabut, di mana setiap tetes hujan menjadi simbol penundaan. Ia menulis, “September mengasuh nyawa bumi, dingin, lembab, serta berkabut pekat,” menggambarkan ketidakpastian yang mengaburkan pandangan.

Baca Juga

Melalui “Mari Menepi Sejenak, Kawan,” Salwa mengajak pembaca untuk melepaskan diri dari kepenatan dan menemukan kejujuran dalam diri. “Sebab tiap manusia adalah pendusta dan munafik, maka mampir dan rehatlah sejenak, kawan,” tulisnya, mengajak untuk berani menjadi diri sendiri tanpa takut dihakimi.

Tema kegagalan dan keberanian untuk terus mencoba diangkat Salwa dalam “Ksatria Berkuda Hitam.” Pada 29 November 2024, ia menulis bahwa kegagalan adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan, “bahwa gagal sepupu jauhku dan ‘coba’ akan sunnah seratus kali.”

Kehilangan dan kerinduan hadir begitu kuat dalam “Sepotong Kemeja Biru Milikmu.” Salwa menggambarkan perasaan kehilangan yang mendalam dengan menulis, “terdapat sepotong lazuardi tertinggal di kemejamu, menimbulkan bencana bagiku,” pada 30 November 2024.

Pergulatan batin dan rasa sakit yang mendalam tergambar dalam puisi terakhir berjudul “Sakit.” Pada 29 November 2024, Salwa mempertanyakan eksistensi dirinya dengan menulis, “adakah wujud nyata dari memuakkan adalah aku? adakah bentuk paling ‘menjijikkan’ itu aku?” mencerminkan perasaan terasing dan terluka.

Salwa Ratri Wahyuni, kelahiran Rengat, 14 Juni 2005, saat ini aktif berkegiatan di Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas. Masyarakat dapat mengakses karya-karyanya melalui akun Instagram @waa.tashi.

Rekomendasi