Padang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Barat mendesak Majalah Tempo untuk segera melayangkan permohonan maaf secara resmi kepada Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Desakan ini muncul sebagai respons atas visualisasi sampul Majalah Tempo edisi 12-17 April 2026 yang dinilai tidak etis dan dianggap membangun framing negatif terhadap tokoh bangsa.
Wakil Sekretaris Bidang Isu dan Kebijakan Publik DPW Partai NasDem Sumbar, Nasrul, menyatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan pendekatan visual yang dipilih oleh media tersebut. Menurutnya, langkah itu telah melampaui batas kritik yang sehat dan berpotensi menyesatkan opini publik.
”Cover ini sangat melukai hati. Kami berharap permintaan maaf ini segera direalisasikan,” ujar Nasrul dalam konferensi pers di NasDem Tower Sumbar, Selasa (14/4/2026).
Nasrul menegaskan, meski Partai NasDem menghormati kebebasan pers sebagai pilar demokrasi, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan menjunjung tinggi etika dan fakta. Ia menekankan bahwa sikap ini bukan bentuk antikritik, melainkan upaya menjaga marwah partai serta kepercayaan masyarakat terhadap media.
Dalam kesempatan yang sama, Nasrul juga membantah isu mengenai penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra. Ia memastikan bahwa hingga saat ini belum ada arahan resmi dari pimpinan pusat terkait wacana tersebut.
“Seperti kata Kak Willy Aditya, ini bukan masalah penggabungan, tetapi ini kalau istilah beliau ada politik blok. Sampai sekarang belum ada arahan,” jelasnya.
Terkait kondisi internal, Nasrul memastikan seluruh jajaran Partai NasDem di Sumatera Barat tetap solid. Pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga identitas partai sebagai gerakan restorasi dan perubahan, serta memperkuat koordinasi di seluruh tingkatan, mulai dari DPR RI hingga DPRD kabupaten dan kota.







