Padang – Pemerintah Kota Padang mulai menyerahkan kunci rumah Hunian Tetap (Huntap) Mandiri kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji, Jumat (10/7/2026). Serah terima ini menandai langkah lanjutan pemulihan bagi warga yang rumahnya terdampak bencana pada November 2025.
Penyerahan kunci dilakukan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan turut dihadiri Sekretaris Utama BNPB Dr. Apt. Rustian, S.Si., M.Kes, Anggota DPRD Kota Padang Iskandar, jajaran Direksi PT Semen Padang, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, serta lurah dan tokoh masyarakat setempat.
Maigus Nasir mengatakan, kehadirannya mewakili Wali Kota Padang sekaligus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya BNPB, atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat.
“Mewakili Bapak Wali dan masyarakat Kota Padang, kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui BNPB karena masyarakat kita bisa merasakan rumah yang layak,” kata Maigus Nasir.
Ia menegaskan, pemerintah saat ini memprioritaskan pemindahan warga yang masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) agar segera menempati rumah permanen. Menurut dia, masih ada rencana pembangunan 22 unit Huntap untuk melengkapi target pemulihan.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian menyampaikan bahwa dana untuk melanjutkan pembangunan sudah tersedia. Ia meminta PT Semen Padang sebagai mitra pembangunan segera menuntaskan sisa unit yang direncanakan.
“Untuk PT Semen Padang, dikerjakan saja 22 rumah lagi, karena BNPB sudah menyediakan dana untuk pembangunannya,” ujar Rustian di sela kegiatan.
Selain soal hunian, Rustian juga menyoroti ancaman lain yang berpotensi muncul, yakni gelombang panas El Nino yang diperkirakan memicu kemarau panjang. Ia meminta Pemerintah Kota Padang segera memetakan kebutuhan air bersih dan menyiapkan langkah antisipasi.
BNPB, kata Rustian, juga siap membantu pembangunan sumur bor dalam atau deep well untuk memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi warga jika kekeringan benar-benar terjadi.
“BNPB akan membantu membangun sumur bor yang dalam sehingga dapat melayani masyarakat. Tolong kepada Wakil Wali Kota untuk mencari titik yang lahannya bisa diakses seluruh masyarakat,” kata Rustian.
Ia juga mengingatkan warga agar menghadapi potensi bencana dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan yang tinggi, bukan dengan rasa takut berlebihan.







