Sosial

Sinergi Diperlukan Untuk Mitigasi Bencana

Peneliti Geofisika Laut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dr. Nugroho Dwi Hananto menyatakan, sinergi dari segenap pemangku kepentingan diperlukan dalam upaya mitigasi bencana.

“Kita bisa bertukar pikiran, melupakan sekat-sekat dan memberikan informasi tentang literasi bencana,” kata Nugroho.

Pernyataan tersebut disampaikan Nugroho pada 75 orang peserta dalam acara Ngobrol Pendidikan Indonesia (NGOPI) oleh Center for Education Study and Advocacy (CESA) Dompet Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan) pada Jumat malam (22/2/2019) di Upnormal Coffee Roaster, Jakarta Pusat.

NGOPI kali ini mengangkat tema ‘Kajian Pendidikan di Wilayah Bencana’.

CESA sendiri ialah salah satu program dari DD Pendidikan, dimana memfokuskan aktivitasnya pada kajian dan advokasi pendidikan.

CESA mengangkat tema tersebut karena mengkaji fenomena pascabencana di Indonesia, dimana sektor pendidikan sering menjadi korban.

Nugroho pun banyak memaparkan tentang fenomena bencana di Indonesia dari kacamata kepakarannya di bidang seismologi dan geofisika, dan bagaimana upaya mitigasi yang dapat diterapkan di Indonesia.

Selain Nugroho, hadir sebagai pembicara kedua, Koordinator Advokasi dan Akuntabilitas serta Pengembangan Kapasitas dari Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), Iskandar Leman.

Hadir pula sebagai pembicara ketiga, Arif Haryono selaku General Manager Pendidikan Dompet Dhuafa.

Ketiganya hadir untuk menyampaikan paparan berdasarkan kepakaran masing-masing agar tujuan dari acara ini dapat tercapai, yaitu merancang model pendidikan di wilayah bencana, mulai dari respon tanggap darurat, recovery dan mitigasi bencana sejak dini.

Diskusi ini juga bertujuan untuk mengadvokasi konsep pendidikan di wilayah bencana agar dapat masuk dalam kurikulum pendidikan nasional.

[Dompet Dhuafa]