Hidup Lebih Lama, Keluarga Utama: Puisi Afny Sentuh Hati, Padang Bergetar

puisi-puisi-afny-dwi-sahira
Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Padang – Mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Andalas, Afny Dwi Sahira, menuangkan rasa cinta dan penghargaannya terhadap keluarga dalam serangkaian puisi yang menyentuh. Karya-karyanya merefleksikan cinta, harapan, serta permohonan maaf kepada orang-orang terdekatnya.

Afny, kelahiran Ponorogo, 25 Maret 2006, aktif dalam Labor Penulisan Kreatif Universitas Andalas, mengungkapkan bahwa puisi-puisinya merupakan bentuk ekspresi cintanya kepada keluarga. “Saya ingin menyampaikan bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga,” kata Afny, berharap karyanya dapat menginspirasi pembaca untuk lebih menghargai dan mencintai keluarga mereka.

Baca Juga

Dalam puisinya yang berjudul “Hidup Lebih Lama, Pak,” Afny menggambarkan sosok ayah sebagai pilar keluarga, meski dengan segala kelemahannya. “Tetap hidup pak,” tulisnya, “Pundak-pundakmu masih mampu menompang 4 orang bidadari.”

Kerinduan dan rasa bersalah karena jauh dari keluarga juga tergambar dalam puisi “Bilqis Alea.” Afny menulis, “Maaf untuk beribu maaf telah hidup di tanah Rantau. Hari-hari yang tak ada mba,” mengungkapkan harapannya agar adik-adiknya memahami pentingnya keluarga.

Selain itu, Afny juga menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf kepada ibunya melalui puisi “Untukmu, Mak Sudah Kenyang.” Ia menyadari pengorbanan ibunya dan merasa belum mampu membalasnya. “Terima kasih mak, aku tak pernah kekurangan akan ini itu. Lantas maaf atas segala banyak ingin yang belum sempat kubalas,” ungkapnya.

Dalam puisi lainnya, “Mbak, Tak Apa Kalau Belum Jadi,” Afny memberikan semangat kepada saudarinya yang mungkin sedang menghadapi kesulitan, meyakinkan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses dan meminta maaf jika belum bisa menjadi contoh yang baik.

Rekomendasi